TOKOH-TOKOH ILMUWAN SAINS ISLAM MASA KLASIK DAN KARYA-KARYANYA
TOKOH-TOKOH ILMUWAN SAINS ISLAM MASA KLASIK
DAN KARYA-KARYANYA
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Pendidikan
Islam
Dosen Pengampu: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag
Disusun Oleh:
Masita Harjuna 2120203886208042
Mila Astrianti 2120203886208052
Mila Karmila 2120203886208063
PRGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PAREPARE
2022
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaruh Alhamdulillahi rabbil ‘aalaamiin. Segala puji bagi Allah swt. atas karunia yang begitu besar kepada ummat manusia dengan segala kasih sayang-Nya Dia mengajar manusia dengan kalam-Nya dan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi ini. Melalui perantara rasul-Nya yang mulia, Dia membimbing manusia untuk memperoleh kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Sehingga nama Rasul-Nya pun menjadi begitu mulia dengan kebesaran rahmat yang Dia curahkan kepada sang kekasih yakni nabi Muhammad saw. Semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Beliau. Allahumma sholli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad.
Alhamdulillah. Dengan izin Allah swt makalah ini dapat penulis susun dan membagikan hasil research ini dengan tema yang diangkat yaitu “Tokoh-Tokoh Ilmuan Sains Islam Pada Masa Klasik Dan Karya-Karyanya” yang untuk kedepannya diharapkan dapat menjadi salah satu literatur penambah ilmu dan perluwasan wawasan keilmuan kita mengenai tokoh-tokoh ilmuan atau penemu awal dari dalam berbagai bidang.
Penulis melangitkan terima kasih kami kepada bapak dosen pengampu mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam, dalam hal ini bapak Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag dengan segala ketekunan dan kesabaran beliau dalam membagi ilmunya dengan kami. Pun juga penulis langitkan dan layangkan doa dan rindu kepada orang tua para penulis yang selalu mendoakan yang terbaik kepada anak-anaknya Juga, kepada para rekan-rekan penulis yang telah berkontribusi waktu, pikiran, dan energi dalam penyusunan makalah ini, serta semua yang telah menyumbangkan kreatifitasnya yang tak bisa penulis sebutkan satu-persatu. Terima kasih atas kerja sama timnya.
Dalam penulisan makalah ini, tentu penulis menyadari bahwa manusia tidak lepas dari segala kekurangan. Namun, penulispun telah memaksimalkan usaha dengan segala keterbatasan yang penulis miliki untuk menyusun makalah ini. Untuk iii itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membitu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadi acuan penulis dalam mengasah potensi diri kedepannya. Sekian. Terima Kasih. Wassalamu ‘alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Parepare, 27 Oktober 2022
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam memegang peranan dan kontribusi yang besar terhadap perkembangan- perkembangan dalam berbagai disiplin ilmu. Banyak dari tokoh-tokoh ilmuan muslim menjadi latar belakang kemunculan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Bahkan, sebenarnya ada ratusan nama-nama ilmuan muslim yang tampil dalam tonggak sejarah, diantaranya; ada Al-Khindi, Al- Farabi, Al-Razi, Ibnu Sina, Jabir Ibn Hayyan, Ibnu Rusyid, Al-Khawarizmi, Ibnu Khaldun. Namun, dengan sedemikian banyaknya nama-nama ilmuan muslim yang berkontribusi dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, masih banyak diantara kita yang sampai saat ini tidak mengetahui bahkakan asing dengan nama-nama mereka dalam pendidikan yang kita tempuh saat ini. Hal ini karena kita masih dirundung oleh pengkiblatan pendidikan barat, sedangkan Barat menyembunyikan jasa-jasa islam dalam arena ilmu pengetahuan. Padahal perkembangan dan kemajuan ilmu di Barat adalah imbas dan terpengaruh dari kemajuan yang terjadi di dunia islam.
B. Rumusan Masalah
Siapa Sajakah Tokoh-Tokoh Ilmuan Islam Pada Masa Klasik?
C. Tujuan
Untuk Mengetahui Tokoh-Tokoh ilmuan Muslim Pada Masa Klasik
BAB II
PEMBAHASAN
A. Para Tokoh Ilmuan Muslim
Banyak dari kalangan muslim yang terpelajar dan para ulama yang telah mengukir dan mengibarkan kejayaan islam dalam pena sejarah dengan berbagai temuan-temuan mereka dalam berbagai disiplin ilmu. Berikut biografi beberapa tokoh ilmuan muslim pada masa klasik beserta dengan karya-karyanya.
1. Bidang Kedokteran
a. Ibnu Sina (Avicenna)
Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu 'Ali Al-Husain ibnu 'Abd Allah ibn Hasan ibnu 'Ali ibn Sina. Di Barat populer dengan sebutan Avicenna akibat dari terjadinya metamorfose Yahudi-Spanyol-Latin. Dengan lidah Spanyol kata ibnu diucapkan Aben atau Even. Terjadinya perubahan ini berawal dari usaha penerjemahan naskah-naskah Arab ke dalam bahasa Latin pada pertengahan abad keduabelas di Spanyol.
Ibnu Sina dilahirkan di Afsyana dekat Bukhara pada tahun 980 M dan meninggal dunia pada tahun 1037 M dalam usia 58 tahun. Jasadnya dikebumikan di Hamadzan. Ibnu Sina sejak usia muda telah menguasai beberapa disiplin ilmu, seperti matematika, logika, fisika, kedokteran, astronomi, hukum, dan lain-lainnya, bahkan dalam usia sepuluh tahun ia telah hafal Alquran seluruhnya. Ketika anak genius ini berusia 17 tahun, dengan kepintaran yang sangat mengagumkan, ia telah memahami seluruh teori kedokteran yang ada pada saat itu dan melebihi siapa pun juga. Karena kepintarannya ini, ia diangkat sebagai konsultan dokterdokter praktisi.
Atas kontribusi besarnya di bidang kedokteran, Ibnu Sina mendapat julukan sebagai Bapak Pengobatan Modern dan Maha Guru Kedokteran. Ada sekitaran 400 buku hasil karya dari Ibnu Sina yang memang di samping sibuk dalam dunia politik namun beliau juga merupakan penulis yang aktif. Salah satu karya dari Ibnu Sina yang terkenal dikalangan masyarakat utamanya pada bidang kedokteran adalah kitab penyembuhan dan Qanun kedokteran (Qanun Fii Thib/The Conon Of Medicine) yang kebanyakan buah pikiran dari buku tersebut masih dipakai oleh banyak orang, khususnya mereka yang berada dalam dunia kedokteran
Sebagai dokter yang jenius Ibnu Sina merupakan doter pertama yang memperkenalkan eksperimen dan hitungan cermat dalam berbagai jenis penyakit menular
b. Ar-Razi
Nama lengkap Al-Razi adalah Abu Bakar Muhammad ibnu Zakaria ibnu Yahya Al-Razi. Dalam wacana keilmuan barat dikenal dengan sebutan Rhazes. Ia dilahirkan di Rayy, sebuah kota tua yang masa lalu bernama Rhogee, dekat Teheran, Republik Islam Iran pada tanggal 1 Sya'ban 251 H/865 M.
Ada beberapa nama tokoh lain yang juga dipanggilkan Al-Razi, yakni Abu Hatim Al-Razi, Fakhruddin Al-Razi dan Najmuddin Al-Razi. Oleh karena itu, untuk membedakan Al-Razi, sang filosof ini dari tokoh-tokoh lain, perlu ditambahkan dengan sebutan Abu Bakar, yang merupakan nama kun-yah-nya (gelarnya).
Pada masa mudanya ia pernah menjadi tukang intan, penukar uang, dan pemain kecapi. Kemudian, ia menaruh perhatian yang besar terhadap ilmu kimia dan meninggalkannya setelah matanya terserang penyakit akibat eksperimen-eksperimen yang dilakukannya. Setelah itu, ia beralih dan mendalami ilmu kedokteran dan filsafat
Dalam bidang kedokteran ia belajar kepada Ali Ibn Rabban Ath-Thabari dan Hunayan Bin Ishaq, seorang ahli ilmu alih Bahasa dan kedokteran yang dimiliki Bani Abbasiyah, di Baghdad. Setelah itu beliau kembali ke Teheran dan dipercaya memimpin sebuah rumah sakit di Rayy.
Beliau dikenal sebagai orang pertama yang menjelaskan tentang penyakit cacar. Karya Ar-Razi yang dikenal adalah Al-Judari Wal-Hasbah atau cacar dan campak, yaitu buku pertama yang mengulas tentang cacar dan campak sebagai dua wabah yang berbeda. (penemu pertama penyakit cacar)
c. Al-Zahrawi
Ulama lain yang juga ahli dalam bidang kedokteran adalah Zahrawi kelahiran Andalusia (Spanyol) yang satu periode dengan Ar-Razi dan Ibnu Sina. Zahrawi merupakan ahli bedah yang mampu mengeluarkan batu ginjal dan penemu kanker darah. Zahrawi meninggalkan karya monumentalnya sebuah ensiklopedi kedokteran, Tashrif Liman Ajaza an at-Ta'lif, yang terakhir diketahui telah diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis dan bahasa. Latin. Zahrawi juga menulis sebuah kitab Tafsir yang diberi judul Tafsir al-Akhyal wa al-Auzan.
2. Bidang Astronomi
Abu Abdullah Muhammad bin Jabir bin Sin'an al-Battani al Harrani atau yang lebih populer dengan Al-Battani merupakan salah satu astronom terhebat dalam sejarah peradaban Islam. Hal ini terbukti dari karya-karyanya yang memiliki pengaruh besar terhadap astronom Barat dan menjadi landasan ilmu astronomi masa kini. Astronom yang dikenal dengan nama Albatenius di dunia Barat ini diperkirakan lahir pada tahun 858 M.
Salah satu karyanya yang paling populer di bidang astronomi adalah Al-Zij ashSabi'. Menurut Dr. Abdul Halim, kitab ini merupakan karya teragung dari AlBattani yang berisi tentang hasil-hasil perhitungan dan tabel-tabel falak, gerakan bintang pada orbitnya, serta dapat juga untuk menghitung bulan, hari, dan tanggal. Di dalamnya juga dijelaskan tentang titik terjauh bintang dan titik terdekat dari bumi. Berdasarkan hasil pengamatannya, titik terjauh antara bumi dan matahari bertambah 16° 47.
3. Bidang Kimia
Kaum muslimin pada masa silam memberikan kontribusi ilmiah terbesar dalam bidang kimia. Bapak kimia bangsa Arab adalah Jabir bin Hayyan yang tinggal di Kufah sekitar 776 M. Beliau merupakan tokoh terbesar dalam bidang ilmu kimia. Ilmuwan Barat mengakui Jabir sebagai penemu beberapa formula kimia yang tidak terdapat dalam 22 karya-karya yang dinisbatkan kepada Jabir, termasuk kitab alTajmi (buku tentang konsentrasi), al-Zibaq al-Syarqi (Air Raksa). Karya karyanya yang ditulis olehnya setelah 14 abad kemudian menjadi risalah kimia yang paling berpengaruh di Eropa yang dikenal dengan nama Geber atau Gebra.
Jabir Ibnu Hayyan-lah yang menemukan asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, teknik destilasi dan teknik kristalisasi. Beliau juga yang menemukan larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas. Penemuan-penemuannya di bidang kimia telah menjadi landasan dasar dalam berkembangnya ilmu kimia dan teknik kimia modern saat ini. Jabir Ibnu Hayyan juga mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia kedalam proses pembuatan besi dan logam lainnya, serta pencegahan karat. Beliau adalah orang pertama yang mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca. Beliau juga orang pertama kali yang mencatat tentang pemanasan wine akan menimbulkan gas yang mudah terbakar.
4. Bidang Matematika
Al-Khawarizmi merupakan tokoh ilmuwan Muslim yang sangat konsen dalam pengembangan matematika. la banyak memberikan sumbangan. pemikiran dalam bidang aljabar. Nama lengkap ilmuwan Muslim ini adalah Abu Jafar Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Ia merupakan matematikawan pertama yang mengajarkan aljabar dengan elementer. Aljabar banyak dipelajari berasal dari karyanya yang berjudul kitab al-Mukhtashar fi Hisab al-Jabr wa al Muqabalah (buku kesimpulan proses kalkulasi untuk paksaan dan persamaan), namun sering disingkat dengan al-Jabar wa al-Muqabalah (aljabar dan persamaan).
Ada tujuh hal yang patut diketahui untuk menelaah karya besar al Khawarizmi sebagai sumbangan yang cukup berarti bagi khazanah Islam dan pengembangan sains dan matematika.
1) Pertama adalah memperkenalkan desimal atau persepuluhan, konsep ini memperkaya khasanah dari penemuan formula seksagesimal atau perenampuluhan. Formula perenampuluhan merupakan perhitungan kuno yang diwariskan dari zaman Babilonia yang biasa digunakan dalam perhitungan jam yakni enam puluh detik, enam puluh menit. Sedangkan desimal banyak digunakan saat ini, sehingga angka dapat digunakan operasi angka dibelakang koma, sebagai angka pecahan.
2) Sumbangan kedua, penggunaan variabel dan simbol-simbol. Memang sebenarnya matematika adalah bahasa simbol. Hal ini mendorong pesatnya perkembanagan formula-formula persamaan dalam matematika.
3) Ketiga adalah menemukan bilangan nol. Sumbangan angka nol olehnya, mengubah kemajuan penemuan angka lewat angka romawi yang belum mengenal angka nol. Angka nol (shift) diterangkan pertama kali pada perhitungan sistem desimal. Temuan ini membuka cakrawala baru dalam banyak operasi dan persoalan matematika.
4) Keempat, penemuan nilai simbol phi (n), nilai ini menyatakan perbandingan keliling sebuah lingkaran yang dipakai sampai saat ini. Nilai phi ditetapkan 22/7 atau secara desimal ditulis 3.1428571. la menemukan bahwa perbandingan keliling terhadap garis tengah lingkaran bernilai tetap dalam istilah matematika dinamakan konstanta. Penemuan konstanta phi membantu kita dalam menghitung volume bola dan menghitung luas maupun keliling lingkaran.
5) Kelima, al-Khawarizmi juga menyusun daftar logaritma. Daftar ini digunakan untuk menemukan jawaban atas masalah-masalah aritmatika.
6) Keenam, metode aljabar, temuan ini digunakan untuk menghitung tinggi segitiga.
7) Ketujuh, merumuskan penyelesaian persamaan kuadrat dengan konsep variabel, parameter, dan akar kuadrat. Persamaan kuadratik yang dipecahkan secara umum mempunyai formula ax + bx + c = 0dengan penyelesaian masalah dengan rumus sekarang terkenal dengan rumus ABC. X12= (-b1 V(b-4ac) / 2a.
5. Bidang Filsafat
a. Al-Kindi
1) Biografi Al-Kindi
Nama lengkap Al-Kindi adalah abu yusuf yakub ibn ishaq ibn shabbah ibn imran ibn ismail al-ash'ats ibn qais al kindi. Beliau lahir di kufah, iraq sekarang, pada tahun 801 M meninggal pada tahun 873 M. Al kindi pelopor dalam ilmu pengetahuan.Beliau belajar belajar Al-Qur'an, membaca, menulis, dan berhitung. Beliau mahir dalam dalam berbagai ilmu yaitu, kedokteran filsafat, astronomi,geometri, ilmu hitung, dan ilmu logika.
2) Pola pemikiran
Al-Kindi Rekonsilasi agama dengan filsafat Ilmu filsafat merupakan ilmu tentang hakikat segala sesuatu di pelajari orang menurut kadar kemapuanya, yang mencakup ilmu ketuhana, keesaan, serta ilmu-ilmu semua yang bermanfaat..Filsafat ketuhanan Al-kindi mengungkapkan bahwa allah merupakan wujud yang hak yang tidak ada ketiadaan selamanya, yang akan selalu demikian wujudnya secara abadi, tuhan adalah wujud yang paling sempurna, dan tuhan hanya lah esa atau satu Filsafat jiwajiwa merupakan kesempurnaan dari jisim alamiyang mmiliki kehidupan potensial,al kindi memberi definisi jiwa sebagai kesempurnaanjisim alamiyang organis menerima kehidupan.
3) Karya karya Al-Kindi
Al-kindi mempunyai karya sebanyak 260 judul antara lain seperti,filsafat, logika, komologi. Karya al kindi sangat sedikit yang telah ke tangan orangorang. Sabagian riwayat mengklaim bahwa karya-karya al-kindi hilang semasa kepemimpinan khalifah almutawakil. Ia juga tersohor sebagai kimiawan,ahli musik,astronomi,dokter.
b. Al-Ghazali
1) Biografi Al-Ghazali
Al-Ghazali yang bernama lengkapkan Abu Hamid Muhammad Ibn Muhammad ibn Muhammad Ibn Muhammad Al tusi Al-Ghazali, beliau dilahirkan di tus, dekat masyhad,khurusan, pada tahun 450 H ata 1058 M. Dan sosok ayah yang penenun wol (ghazzal), sehingga beliau di juluki sebagai Al Ghazali. la wafat pada 11 jumadil akhir 505H bertepatan dengan tanggal 1 desember 111M. Al-Ghazali mempelajari ilmu ushuludin, ilmu fiqih,ilmu mantiq, ilmu akidah ahlak, usul fiqh,dan filstafat.
2) Pola pemikiran Al-Ghazali
Pola pemikiran al ghazali dalam sistem pendidikan ahlak yaitu ada dua cara dalam mendidik nya. Yang pertama ilmu ladunniah yaitu ilmu yang memohon karunia allah swt dan semua fitrahnya dengan kesempurnaan, patuh kepada akal dan agama. Dan yang kedua adalah ilmu riyadhah yaitu ilmu yang membawa diri kepada perbuatan yang di kehendaki dengan ahlak tersebut. Arti yang di maksud pendidikan akidah ahlak adalah cara menanakan nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai agama, dan memberi karakteer terhadap siswa. Pendidikan akidah ahlak mempunyai tujuan untuk anak didik mempunyai karakter baik dalam agama islam, yaitu bersikap baik kepada allah swt, baik kepada diri sendiri mapun kepada orang lain dan terhadap lingkungan serta kepada bangsa dan tanah air.
3) Karya-karya Al-Ghazali
Al-Ghazali telah menulis 70 ribu lebih terbesar diantaranta yaitu, keruntuhan para filosuf (tahafutul falasifah), ibnu rusyd telah mebantah tentang buku Al-Ghazali yaitu buku yang berjudulkan runtuhnya keruntuhan (tahafu tahafutul falasifah). Lalau karaya terbesar beliau adalah buku yang berjudul fatihatul ulum yaitu buku yang berisi pandangan yang mengenai persoalan tentang pendidikan. Lalu karya terbesar beliau adalah ihya ulummudin (menghidupakan ilmu agama), karya ini berisi tentang paduan yang indah antara fiqih,tasawuf, filasafat. Karya Al-ghazali bukan saja hanya terkenal di kalangan kaum muslim tetapi juga di kalangan dunia barat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ada begitu banyak tokoh-tokoh ilmuwan muslin yang telah menjadi pencetus pertama dalam berbagai bidang disiplin ilmu seperti kedokteran, astronomi, kimia, matematika, dll yang jarang dan bahkan asing kita dengar dalam kancah pendidikan umum yang selama ini kita kenal adalah nama-nama pencetus barat yang telah menutupi nama tokoh-tokoh ilmuwan islam. Untuk itu, semoga dengan adanya tulisan ini dapat membuka jendela baru bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Syukur Al-Azizi, Untold Islamic History. Yogyakarta: Laksana, 2018.
Agung Setiyawan, "Konsep Pendidikan Menurut Al- Ghazali Dan Al-Farabi (Studi Komparasi Pemikiran)," Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan 13, no. 01 (16 Mei 2016).
Dedi Supriyadi, Pengantar Filsafat Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2010.
Muhammad Asrul Pattimahu Ma, "Filosof Islam Pertama (Al-Kindi)," Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi Dan Perubahan Sosial 6, no. 1 (2017).
Sirajuddin Zar, Filsafat Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007
M. Hasbi Amiruddin, Ulama Dan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Kejayaan Islam. samana: 2022.
Rizqon Halal Syah Ali. 2014. Khazanah Sains dan Matematika dalam Islam. (Jurnal Filsafat dan Hukum)
Saeful Bahri, Sejarah Peradaban IslamSumbangan Peradaban Dinasti-Dinasti Islam, Yogyakarta: Hikam Media Utama , 2010.
Komentar
Posting Komentar